Showing posts with label Networking. Show all posts
Showing posts with label Networking. Show all posts

May 5, 2015

UDP Client Server Pemrograman Jaringan
Afriduarchan3:24 PM 0 komentar

Tulisan kali ini merupakan salah satu bagian dari mata kuliah Pemrograman Jaringan pada penulisan saya sebelumnya yaitu Client Server Menggunakan Java Programming. tulisan ini akan membahas dan memberi contoh UDP client server. berikut adalah isi programnya

Udpserver.java(Server)
package udpserver;
import java.net.*;
import java.io.*;
public class Udpserver {
    public static void main(String[] args) {
    try{
System.out.println ("UDP Server demo");
System.out.println ("Binding ke port 8088");
DatagramSocket socket = new DatagramSocket(8088);
System.out.println ("Bound local port: " + socket.getLocalPort());
System.out.println ("Menunggu packet datang...");
DatagramPacket packet = new DatagramPacket( new byte[256], 256 );
socket.receive(packet);
System.out.println ("Packet diterima!");
InetAddress remote_addr = packet.getAddress();
System.out.println ("IP Address pengirim : " + remote_addr.getHostAddress() );System.out.println ("Port pengirim: " + packet.getPort());
ByteArrayInputStream bin = new ByteArrayInputStream(packet.getData());
for (int i=0; i < packet.getLength(); i++){
int data = bin.read();
if (data == -1)
break;
else
System.out.print ((char)data) ;
}
socket.close();
}
catch(Exception ex){
System.out.println("Error: " + ex.getMessage());
}
    }
   
}

Udpclient.java (Client)
package udpclient;
import java.net.*;
import java.io.*;
public class Udpclient {
    public static void main(String[] args) {
        try{
String hostname = "localhost";
System.out.println ("UDP client demo");
System.out.println ("Binding ke local port");
DatagramSocket socket = new DatagramSocket();
System.out.println ("Bound local port: " + socket.getLocalPort());
ByteArrayOutputStream stream = new ByteArrayOutputStream();
PrintStream pOut = new PrintStream(stream);
pOut.print ("Apa kabar!");
byte[] barray = stream.toByteArray();
DatagramPacket packet = new DatagramPacket(barray, barray.length );
System.out.println ("Target hostname: " + hostname );
InetAddress remote_addr = InetAddress.getByName(hostname);
System.out.println ("IP Address Hostname: " + remote_addr.getHostAddress());
packet.setAddress (remote_addr);
packet.setPort (8088);
socket.send(packet);
System.out.println ("Packet telah terkirim!");
}
catch(Exception ex){
System.out.println("Error: " + ex.getMessage());
}
    }
   

}

dan hasil outputnya seperti pada gambar di bawah ini :
- output udpserver

- output udpclient


Client Server Menggunakan Java Programming
Afriduarchan3:12 PM 1 komentar


Pada praktikum Labti ini saya menggunakan java programming dalam penggunaan client dan server. dan dijalankan menggunakan aplikasi Neatbens.berikut adalah code yang digunakan.


Main.java (Clientapp)

package clientapp;
import java.io.*;
import java.net.*;

public class Main {
    public static void main(String[] args) throws IOException {
        Socket client = null;       
        InputStream in = null;
        OutputStream out = null;
        byte[] receiveMsg =  new byte[64];
        try {
            client = new Socket("Afriduarchan-PC", 8080);
            in = client.getInputStream();
            out = client.getOutputStream();
        } catch (UnknownHostException e) {
            System.err.println(e.getMessage());
            System.exit(1);
        } catch (IOException e) {
            System.err.println(e.getMessage());
            System.exit(1);
        }
        String fromServer;
        String fromUser;
        in.read(receiveMsg);
        fromServer = new String(receiveMsg);
        System.out.println("Server: " + fromServer);

        fromUser = "Salam dari client";
        System.out.println("Kirim ke server: " + fromUser);
        out.write(fromUser.getBytes());
        fromUser = "Ini data dari client";
        System.out.println("Kirim ke server: " + fromUser);
        out.write(fromUser.getBytes());
        fromUser = "Keluar";
        out.write(fromUser.getBytes());
        System.out.println("Kirim ke server: " + fromUser);           
        out.close();
        in.close();

        client.close();}}

Main.java(Serverapp)
package serverapp;
import java.io.*;
import java.net.*;
public class Main {
    public static void main(String[] args) throws IOException {
        ServerSocket server = null;
        Socket client = null;
        byte[] receiveBuf = new byte[64];
        int recvMsgSize;       
        try {
            server = new ServerSocket(8080);
            System.out.println("Server started");
            client = server.accept();
            System.out.println("Client connected");           
        } catch (IOException e){
          System.out.println(e.getMessage());
          System.exit(-1); }
        InputStream in = client.getInputStream();
        OutputStream out = client.getOutputStream();
        String data;
        data = "Salam dari server";
        out.write(data.getBytes());
        java.util.Arrays.fill(receiveBuf, (byte)0);
        while (true) {
            recvMsgSize = in.read(receiveBuf);
            data = new String(receiveBuf);
            if (data.trim().equals("Keluar")){
                out.write(data.getBytes());
                break;
            }
            java.util.Arrays.fill(receiveBuf, (byte)0);
            System.out.println("Client: " + data);
        }
        out.close();
        in.close();
        client.close();
        server.close();}}

dan hasil dari output program diatas adalah sebagai berikut:
- ini adalah output dari server 


-ini adalah output dari client


demikian sedikit berbagi ilmu mengenai pemrograman jaringan.semoga bermanfaat. GBU


Membuat DHCP Dan Web Server Dengan Sistem Operasi Linux Debian 5
Afriduarchan9:28 AM 0 komentar

Tulisan saya kali ini adalah melanjutkan tulisan saya mengenai Membuat DNS Server dengan Sistem Operasi Linux Debian 5 yaitu membuat DHCP dan Web Server nya pada OS Linux Debian 5. Sama seperti tulisan saya sebelumnya pembuatan DHCP dan Webserver ini dengan menggunakan bantuan aplikasi VMware. Langsung saja akan dijelaskan langkah-langkah dalam pembuatan DNS server ini :

  1. Buka sistem operasi linux debian 5 yang sudah di install sebelumnya pada aplikasi vmware dan sudah terdapat instalasi DNS Server.

  2. Setelah OS debian melakukan booting maka akan masuk menu login. Masukkan username : root dan password : labti.

  3. Install terlebih dahulu paket DHCP, yaitu dhcp3-server. Untuk instalasinya cukup dengan mengetikkan apt-get install dhcp3-server.

    Klik OK
  4. Setelah itu konfigurasi paket dhcp3-server yang telah terinstall, untuk itu masuk ke file dhcpd.conf. caranya dengan mengetikkan perintah seperti berikut.

  5. Selanjutnya adalah mengedit atau mengkonfigurasi paket dhcp agar berjalan dengan keinginan administrator. Pada file dhcpd.conf hilangkan tanda # dibawah tulisan A slightly different configuration for an internal subnet. Edit filenya menjadi seperti dibawah ini :

     Kemudian save file tersebut dengan menekan tombol CTRL + X dan tekan Y setelah itu enter maka file akan tersimpan otomatis.
  6. Kemudian setelah paket dhcp telah diinstall dan dikonfigurasi, lakukan restart paket dhcp dengan mengetikan perintah 

  7. Langkah selanjutnya setelah paket dhcp server aktif adalah menginstal paket web server yaitu apache. Untuk menginstallnya ketikkan perintah.

  8. Edit file apache untuk menentukan direktori web yang akan digunakan. Ketikkan perintah .

  9. Ubahkan ServerAdmin menjadi admin@labti.com dan rubah documentRoot /var/www/web dan setelah dirubah menjadi seperti gambar dibawah, untuk keluar dari file tersebut ketikkan CTRL + X kemudian ketik Y untuk save dan tekan enter pada keyboard.

  10. Kemudian membuat direktori yang telah ditentukan sebelumnya pada file apache default. Ketikkan perintah 

  11. Kemudian setelah direktori /var/www/web berhasil dibuat, sebagai contoh kita akan membuat file .html atau php didalam direktori tersebut. Caranya dengan mengetikkan perintah 

  12. Setelah itu buat file html atau php sederhana di editor kosong tersebut, setelah selesai untuk keluar tekan CTRL + X kemudian pilih Y untuk save dan tekan enter pada keyboard. 

  13. Setelah membuat halaman web sederhana dan menyimpannya, lakukan restart paket apache. Ketikkan perintah 

  14. Kemudian langkah terakhir yang harus dilakukan adalah mengedit file interfaces. Ketikkan perintah nano /etc/network/interfaces. Dalam file tersebut kita hanya perlu mengubah isi teks allow-hotplug menjadi auto eth0 seperti gambar diatas. Untuk keluar tekan CTRL + X kemudian pilih Y untuk save dan tekan enter untuk keluar dari file tersebut.

  15. Setelah itu, restart packet network interfaces caranya dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/networking restart 
  16. Untuk mencoba semua yang telah kita konfigurasi, ketikkan perintah w3m www.labti.com dari konsol debian tersebut maka jika berhasil akan muncul tampilan seperti dibawah ini :

     Untuk keluar dari halaman tersebut tekan tombol Q pada keyboard.
Isi konten dapat diubah sesuka hati sesuai kebutuhan. Demikian tulisan ini dibuat semoga bermanfaat. GBU.

May 4, 2015

Membuat DNS Server Dengan Sistem Operasi Linux Debian 5
Afriduarchan12:31 PM 0 komentar

Pada penulisan ini, saya akan membagikan beberapa ilmu tentang jaringan yang saya dapat dari lab yang saya ikuti. Kali ini saya akan menulis bagaimana cara membuat DNS server dengan OS Linux Debian 5.pada penerapannya saya menggunakan VMware dalam penerapanya.Berikut akan dijelaskan langkah-langkah dalam pembuatan DNS server ini :
  1. Buka sistem operasi linux debian 5 yang sudah di install sebelumnya pada aplikasi vmware.

  2. Setelah OS debian melakukan booting maka akan masuk menu login. Masukkan username : root dan password : labti.

  3. Kemudian install packet DNS pada OS Debian 5, atau nama lain dari DNS adalah Bind9, untuk menginstallnya ketikkan perintah apt-get install bind9 lalu tekan enter, kemudian ketikkan “Y” apabila muncul ask question lalu tekan enter.

  4. Setelah terinstall packet bind9, langkah selanjutnya adalah masuk ke direktori dari bind9 tersebut. Dengan mengetikkan cd /etc/bind.

  5. Kemudian setelah masuk dan aktif di direktori bind, kita akan memulai untuk pendeklarasian file DNS yang nantinya akan kita buat, caranya dengan masuk ke dalam file named.conf, untuk masuk kedalam file tersebut ketikkan perintah nano named.conf 
  6. Di langkah ini kita akan sedikit mengedit file yang berada di named.conf dengan menambahkan teks sepeti pada di bawah ini.

    Kemudian save file yang sudah ditambahkan dengan menekan CTRL + X setelah muncul sebuah pertanyaan makan langsung saja ketik Y dan enter. File yang baru saja ditambahkan sudah tersimpan dalam file named.conf.
  7. Setelah keluar dari file named.conf maka langkah berikutnya adalah membuat file db.labti dan db.192 yang telah dideklarasikan pada file named.conf tadi. Untuk pertama kali kita akan membuat file db.labti caranya dengan mengetikkan nano db.labti kemudian tekan enter. 
  8. Pertama kali masuk ke dalam file nano db.labti maka file tersebut akan kosong. Untuk menampilkan file tersebut maka kita menekan tombol CTRL + R pada keyboard lalu CTRL + T kemudian pilih file db.local dan tekan enter. Maka sesuaikan seperti pada tampilan di bawah ini. Setelah selesai kemudian tekan CTRL + X kemudian tekan Y maka file yang sudah diedit akan di simpan di file db.labti.

  9. Kemudian setelah membuat file db.labti maka kita akan membuat file kedua yaitu db.192 caranya dengan mengetikkan perintah pada keyboard nano db.192 kemudian tekan enter. 

  10. Setelah masuk pada file db.192 file tersebut masih kosong sama seperti file db.labti yang telah dibuat untuk pertama kali, untuk menambahkan teksnya cukup dengan menekan CTRL + R kemudian CTRL + T lalu pilih file db.255 kemudian tekan enter pada keyboard. 

  11. Kemudian ubah file sehingga file tersebut sama seperti pada gambar dibawah ini.Setelah selesai maka tekan CTRL + X kemudian Y untuk menyimpan hasil editan pada file db.192. 

  12. Setelah itu lankah selanjutnya adalah merestart packet bind9 pada sistem operasi tersebut, caranya dengan mengetikkan /etc/init.d/bind9 restart seperti pada gambar di bawah ini. Domain name service secara otomatis akan mati dan setelah itu akan hidup kembali.

  13. Setelah semua dijalankan maka kita dapat melakukan pengujian terhadap DNS server yang telah dibuat. Pengujian ini dapat dilakukan dengan cara melakukan ping terhadap dns yang sudah dibuat yaitu ping ke www.labti.com . jika sudah muncul seperti gambar dibawah ini maka DNS sudah aktif. 

Demikian tulisan saya tentang Membuat DNS Server Dengan Sistem Operasi Linux Debian 5 semoga dapat bermanfaat buat kita semua. GBU

March 20, 2015

Perangkat Keras Jaringan Komputer
Afriduarchan1:37 PM 5 komentar

Selamat hari minggu sobat, di hari minggu ini saya ingin lanjutkan posting tentang Jarkom. Postingan ini merupakan lanjutan dari Materi Jaringan Komputer Dasar yang beberapa hari yang lalu sudah saya terbitkan. Dalam postingan saya Belajar Jaringan Komputer Dasar merupakan pengenalan dari dasar-dasar Networking (Jaringan Komputer). Nah sekarang ini adalah perangkat-perangkat keras yang ada di dalam membuat jaringan komputer itu sendiri.

Langsung aja sob kita masuk ke dalam materinya yang membahas tentang Perangkat Keras Jaringan Komputer. Saya akan jelaskan bagian per bagian dari perangkat tersebut.

I. Network Interface Cards (NIC) atau Kartu Jaringan
Kartu Jaringan (NIC) ini merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antara komputer, kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Maksudnya itu adalah sebuah kartu yang di pasang ke Motherboard di komputer. Beberapa komputer seperti MAC, menggunakan sebuah kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputernya. Pada komputer notebook ada slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut PCMCIA slot. Kartu Jaringan yang banyak terpakai saat ini adalah : kartu jaringan Ethernet, LocalTalk konector, dan kartu jaringan Token Ring. Mari saya sedikit jelaskan satu persatu :

1. Ethernet Card / Kartu Jaringan Ethernet
Kartu Jaringan Ethernet biasanya dibeli terpisah dengan komputer, kecuali komputer Macintosh yang sudah mengikutkan kartu jaringan internet di dalamnya. Kartu jaringan Ethernet umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel Koaksial ataupun kabel Twisted pair, jika didesain untuk kabel koaksial konektornya adalah BNC, dan apabila didesain untuk kabel twisted pair maka akan punya konektor RJ-45. Beberapa kartu jaringan ethernet kadang juga punya konektor AUI. Semua itu di koneksikan dengan koaksial, twisted pair, ataupun dengan fiber optik.

pic source: google.com
 

a. LocalTalk Connectors/Konektor LocalTalk
LocalTalk adalah peralatan jaringan untuk komputer Macintosh, ini menggunakan sebuah kotak adapter khusus dan kabel yang terpasang ke port untuk printer. Kekurangan dari LocalTalk dibandingkan Ethernet adalah kecepatan laju transfer datanya, Ethernet di jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini, hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer yang terhubungkan dan dapat saling berinteraksi.

pic source: google.com

b. Token Ring Cards
Kartu jaringan Token Ring terlihat hampir sama dengan Kartu jaringan Ethernet. Satu perbedaanya adalah tipe konektornya di belakang Kartu jaringannya, Token Ring umumnya mempunyai tipe konektor 9 Pin DIN yang menyambung Kartu jaringan ke Kabel Network.


pic source: google.com

2. Media (kabel, Gelombang Radio).
Di dalam bagian Media ini ada Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini, mari saya jelaskan satu persatu :

a. Kabel Coaxial
Terdiri dari dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan platik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel. Beberapa jenis kabel Coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interfensi listrik.

pic source: google.com
 
b. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedensi, atau tambahan listrik yang konsisten. Nama yang umum digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.

c. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi denga lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN adalah IBM jenis/kategori 1.

pic source: google.com


d. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)
Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan daripada serat kabel tembaga yang berat.

pic source: google.com

II. Hub/Konsentrator
pic source: google.com
 
Selanjutnya adalah penghubung jaringan yang bermedia seperti ini. Sebuah Konsentrator/Hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain. Dalam topologi Bintang, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk ke dalam Hub. Hub mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut nomor  port dari card yang dituju. Ciri-ciri yang dimiliki Konsentrator adalah :
1. Biasanya terdiri dari 8, 12, atau 24 port RJ-45.
2. Digunakan pada topologi Bintang/Star.
3. Biasanya dijual dengan aplikasi khusus yaitu aplikasi yang mengatur manajemen port tersebut.
4. Biasanya disebut hub.
5. Biasanya di pasang pada rak khusus, yang didalamnya ada Bridges, router.

III. Switch/Hub
pic source: google.com
 
Switch Jaringan (atau yang biasa dipanggil Switch) adalah sebuah alat jaringan yang melakukan Bridging transparan (Penghubung segmentasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridges karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan. Cara kerja Switch hampir sama seperti bridger, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi port bridges.

IV. Repeaters
pic source: google.com

Perangkat jaringan yang satu ini memiliki fungsi sebagai penguat sinyal. sebagai contohnya pada sebuah LAN menggunakan topologi Bintang dengan menggunakan kabel UTP. Dimana diketahui panjang maksimal untuk sebuah kabel UTP adalah 100 meter. maka dari itu di gunakanlah Repeaters untuk menguatkan sinyal dari kabel tersebut.

V. Bridges/Jembatan
pic source: google.com

Sebuah perangkat yang membagi satu buah jaringan kedalam dua buah jaringan, ini digunakan untuk mendapatkan jaringan yang efisien, dimana kadang pertumbuhan network sangat cepat makanya diperlukan jembatan untuk itu. Kebanyakan bridges dapat mengetahui masing-masing alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan yang lain disebelahnya pula. Diibaratkan bahwa Bridges ini seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur. Bridges juga dapat digunakan untuk mengoneksi diantara network yang menggunakan tipe kabel yang berbeda maupun topologi yang berbeda pula.

VI. Routers
pic source: google.com

Sebuah Router mengartikan informasi dari satu jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridges namun lebih pintar, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang berdasarkan atas alamat tujuan dan alamat asal. Sementara Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, router mengetahui alamat komputer, bridges dan router lainnya. Router dapat mengetahui keseluruhan jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk tersebut dampai sisi tersebut bersih.
Berikut ini contohnya sob, Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN dan menginginkan terkoneksi ke internet, mereka harus memiliki router. Ini berarti sebuah router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan internet.Ini berarti Router berfungsi :
1. Mengatur jalur sinyal secara effisien.
2. Mengatur Pesan diantara dua buah protokol.
3. Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear bus dan Bintang(star).
4. Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, Kabel coaxial atau kabel twisted pair.

VII. Printer dan Peripheral Lain
pic source: google.com

Untuk perangkat yang satu ini, mugkin sobat-sobat sudah gak asing lagi kan? Itulah sebabkan adanya networking, Karena printer tidak selalu digunakan oleh setiap pemakai, akan lebih ekonomis jika memakai satu printer bersama-sama. Printer bisa dihubungkan langsung pada workstation atau ke server. Selain printer sobat juga dapat memasang scanner, CD-ROM eksternal dan peralatan lain yang berguna dan dapat digunakan secara bersama-sama pada network.

Demikian dulu materi Jaringan Komputer Dasar mengenai Perangkat Keras Jaringan Komputer. Semoga sharing saya ini dapat bermanfaat oleh sobat.Jika ingin ada yang ditanyakan silahkan berkomentar di kotak komentar di bawah ini.

Lihat juga Belajar Jaringan Komputer Dasar 
 

January 13, 2013

Belajar Jaringan Komputer Dasar
Afriduarchan10:56 PM 5 komentar

RENDEZVOUS Jaringan Komputer dasar
Postingan saya kali ini berhubungan dimana saya sedang ingin mempelajari atau mendalami Jaringan Komputer. Materi tentang Jaringan komputer berbeda sekali dengan saat kita belajar bahasa pemrograman dimana kita yang setiap waktunya hanya ngoding dan ngoding (bahasa programer).Tidak usah panjang lebar untuk intermezonya, langsung aja kita masuk ke materi tentang Jaringan Komputer Dasar.
Saya di sini langsung saja masuk ke konsep dan pengertian Jaringan Komputer dasar, jika sobat ingin mengetahui sejarah jaringan komputer itu sendiri, silahkan cari di Sejarah Jaringan Komputer.

Konsep Jaringan Komputer ini terdapat di dalam ilmu komputer dan teknologi informasi, di kenal dengan istilah jaringan komputer. Jaringan Komputer adalah sekumpulan komputer yang dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya dengan menggunakan media komunikasi, sehingga dapat saling berbagi data, informasi, program, dan perangkat keras (printer,harddisk,webcam, dsb).

Sebelumya jangan lupa yah,jaringan yang sedang kita pelajari ini berbeda dengan konsep jaringan dalam ilmu biologi -yaitu sekumpulan sel yang fungsinya sejenis  komputer - komputer tersebut bisa saja memiliki tipe yang berbeda-beda, menggunakan sistem informasi yang berbeda, dan menggunakan program/aplikasi yang berbeda pula. Tetapi komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan komputer harus memakai aturan komunikasi (protokol) yang sama. Hal ini di maksudkan agar masing-masing komputer dapat berkomunikasi yang baik dengan komputer lainnya. Protokol yang menjadi Standar Internasional adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol)


Tujuan dari jaringan komputer itu sendiri yaitu :

1. Berbagi Peralatan dan sumber daya   

Beberapa komputer dimungkinkan untuk saling memanfaatkan sumber daya yang ada, sepert printer, harddisk, serta perangkat lunak bersama, seperti aplikasi perkantoran, basis data (database), dan sistem informasi. Penggunaan perangkat secara bersama ini akan menghemat daya dan meningkatkan efektivitas peralatan tersebut.

2. Integrasi data

Jaringan komputer memungkinkan pengintegrasian data dari atau ke semua komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut.

3. Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan komunikasi antar pemakai komputer, baik melalui email, teleconference dsb.

4. Keamanan (Security)

Jaringan Komputer mempermudah dalam pemberian perlindungan terhadap data. Meskipun data pada sebuah komputer dapat diakses oleh komputer lain, kita dapat membatasi akses orang lain terhadap data tersebut. Selain itu kita juga bisa melakukan pengamanan terpusat atas seluruh komputer yang terhubung ke komputer.

Setelah menjelaskan tentang tujuan dari jaringan komputer, para pembaca yang baik, saya ingin beritahu sebelumnya bahwa sebelum membuat sebuah jaringan komputer,kita perlu juga tahu ada kriteria yang di bedakan dalam jaringan komputer.
Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu

1. Berdasarkan Distribusi Informasi/Data
a. Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer client dan server yang mana komputer klien yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server.

b. Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klien membentuk sistem jaringan tertentu.

2. Berdasarkan Jangkauan Geografis Dibedakan Menjadi
a. Jaringan LAN
Merupakan jaringan yang mehubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.

b. Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mecakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.

c. Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Selular seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.

3. Berdasarkan Peranan Dan Hubungan Tiap Komputer Dalam Memproses Data
a. Jaringan Client Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

b. Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client maupun sebagai server

4. Berdasarkan Media Transmisi Data
a. Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

b. Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan. 
  
Demikian materi postingan saya pada kali ini, tunggu postingan saya selanjutnya untuk berbagi  materi tentang Jaringan Komputer selanjutnya. Silahkan isi komentar jika sobat ingin menambahkan postingan tentang Belajar Jaringan Komputer Dasar. Semoga bermanfaat.
Baca juga Perangkat Keras Jaringan Komputer