Showing posts with label Tulisan Materi. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Materi. Show all posts

April 5, 2015

Kode ASCII
Afriduarchan1:07 PM 0 komentar

Kode ASCII atau disebut American Standard Code for Information Interchange adalah suatu standar bertaraf internasional dalam kode huruf dan simbol dan bersifat universal. Kode ASCII selalu digunakan komputer dan alat komunikasi yang berguna untuk menunjukan teks. Kode ASCII memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 7 bit namun ASCII disimpan sebagai sandi 8 bit yang ditambahkan satu angka 0 sebagai signifikan paling tinggi,diman bit ini digunakan untuk uji prioritas.

Di bawah ini adalah tabel dari kode ASCII tersebut.Tabel ini terdiri dari Bilangan biner itu sendiri disertai dengan bilangan oktal,desimal,Hexa, dan Karakternya.

November 14, 2012

Pengenalan Bahasa C
Afriduarchan1:18 PM 1 komentar

A.     SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA C
Berasal dari bahasa BCPL (Basic Combined Programming Language) oleh MARTIN RICHARD, Cambridge tahun 1967. KEN THOMPSON membuat bahasa B untuk dipakai pada komputer DEC PDP -7 di bawah sistem operasi UNIX pada Bell laboratory, Murray Hill, New Jersey tahun 1970. Bahasa B merupakan suatu bahasa pemrograman yang tidak memiliki jenis suatu data seperti halnya PL/M. Berdasarkan gambaran bahasa B, DENNIS RITCHIE menulis bahasa C. Nama C diambil berdasarkan urutan sesudah B dari bahasa BCPL. Tujuan bahasa C pada mulanya untuk membentuk suatu sistem operasi yang akan digunakan pada mesin komputer DEC PDP-11 yang baru. Pada tahun 1975, sistem operasi UNIX versi 6 dan bahasa C mulai diberikan kepa da Universitas maupun Akademi. Dan pada tahun 1979, sistem operasi UNIX versi 7 dikeluarkan dengan bahasa C. Sistem operasi ini (versi 7) seluruhnya ditulis dalam bahasa C.
Pada 1978 Dennis Ritchie dan Brian Kernighan kemudian mempublikasikan buku The C Programming Language yang semakin memperluas pemakaiannya dan dijadikan standar oleh ANSI (American National Standard Institute) pada tahun 1989. C kemudian dikembangkan lagi oleh Bjarne Stroustrup menjadi C++ (1986). C dan/atau C++ banyak digunakan (sehingga menjadi ‘standar’) sebagai bahasa pemrograman untuk membuat sistem operasi.

B.     PROSES PENERJEMAHAN BAHASA C
Untuk dapat dimengerti oleh komputer, bahasa C yang ditulis harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bentuk yang dikenal oleh bahasa mesin. Ada dua jenis translator atau penerjemah yang digunakan dalam bahasa C, yaitu interpreter dan compiler . Interpreter merupakan suatu translator yang menerjemahkan bahasa C ke dalam bahasa yang dikenal mesin satu persatu, dan hasil terjemahan langsung dikerjakan. Sedangkan pada compiler, diterjemahkan secara keseluruhan dan hasil terjemahan tersebut disimpan dalam bentuk kode mesin (object code), dan kode eksekusi (execute code). Object code dari compiler baru dapat dilaksanakan setelah object code tersebut diubah menjadi execute code oleh linker. Secara lengkap prosesnya adalah sebagai berikut :

Gambar 4.1. Proses penerjemahan bahasa C


C.     STRUKTUR PROGRAM C
Untuk dapat memahami bagaimana suatu program ditulis, maka struktur dari program harus dimengerti terlebih dahulu. Tiap bahasa komputer mempunyai struktur program yang berbeda. Jika struktur dari program tidak diketahui, maka akan sulit bagi pemula untuk memulai menulis suatu program dengan bahasa yang bersangkutan. Struktur dari program C terdiri dari koleksi satu / lebih fungsi-fungsi.
Fungsi pertama yang harus ada di program C sudah ditentukan namanya, yaitu bernama main() . Suatu fungsi di dalam program C dibuka dengan kurung kurawal buka “{” dan ditutup dengan kurung kurawal tutup “}”. Di antara kurung kurawal dapat dituliskan statemen-statemen program C dan pada setiap statemen diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Berikut adalah struktur dari program C:

Gambar 4.2. Struktur Umum bahasa C


Bahasa C dikatakan sebagai bahasa pemrograman terstruktur, karena strukturnya menggunakan fungsi-fungsi sebagai program-program bagian (subroutine). Fungsi-fungsi selain fungsi utama merupakan program-program bagian. Fungsi-fungsi ini dapat ditulis setelah fungsi utama atau diletakkan pada file pustaka dan akan dipakai di suatu program, maka nama judulnya (header file) harus dilibatkan di dalam program yang menggunakan preprocessor directive #include .
Header file merupakan file yang berisi dengan prototype (judul, nama, sintak) dari sekumpulan fungsi-fungsi pustaka tertentu. Jadi file ini hanya berisi dengan prototipe dari fungsi-fungsi pustaka, sedangkan fungsi-fungsi pustakanya sendiri disimpan dalam file pustaka (library file dengan nama extension file –nya adalah .LIB). Misalnya prototipe dari fungsi-fungsi pustaka printf() dan scanf() terdapat di file stdio.h, sehingga jika fungsi-fungsi ini digunakan di program, maka nama file judulnya harus dilibatkan dengan menggunakan preposcessor #include.
File judul stdio.h berisi prototype fungsi-fungsi pustaka untuk operasi input dan output standar. Ada dua cara melibatkan file judul disuatu program C, yaitu :
#include<stdio.h>
atau
#include “stdio.h”
File judul selain berisi dengan prototype dari fungsi-fungsi pustaka, juga umumnya berisi dengan konstanta-konstanta terdefinisi dan makro-makro. Misalnya nama konstanta terdefinisi M_PI telah didefinisikan di file judul math.h oleh Turbo-C. Selanjutnya untuk menggunakan nilai phi, nama konstanta M_PI dapat digunakan yang telah berisi dengan nilai konstanta
3.14159265358979323846.

Sumber : ilab.gunadarma.ac.id

April 22, 2012

PERCABANGAN pada PASCAL
Afriduarchan1:02 PM 0 komentar

Statement penyeleksian kondisi berguna untuk memeilih satu dari 2 atau
lebih kemungkinan yang ada. Dan jika statement penyelsian kondisi tersebut terdiri
dari 2 atau lebih penyataan, maka pernyataan tersebut harus berada diantara begin
dan end.

1. Bentuk Perintah If Tunggal
Bentuk paling sederhana pilihan tunggal adalah IF-THEN, yakni jika hanya ada
satu pilihan yang disediakan. Statement IF-THEN digunakan untuk menyeleksi
suatu kondisi, bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statement yang mengikuti
THEN akan diproses. Sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan
diproses adalah statement berikutnya. Bentuk umum statemen kendali IF untuk
pilihan tunggal
IF kondisi THEN

contoh:


2. Bentuk Perintah If Ganda
Bentuk yang digunakan adalah IF pilihan ganda, yakni dengan memilih salah
satu dari 2 alternatif yang disediakan. Bentuk umum :
IF kondisi THEN
Statemen1
ELSE
Statemen2.

contoh:


3. Bentuk Perintah If Bertingkat
Bentuk statemen IF bertingkat merupakan variasi statemen IF yang lengkap.
Dalam pengambilan keputusan disediakan lebih dari 2 alternatif. Bentuk umum
statemen kendali IF bertingkat :
IF kondisi THEN
Statemen1
ELSE IF kondisi2 THEN
Statemen2
ELSE
Statemen berikutnya

contoh :


contoh output